Selasa, 18 Januari 2011

Tebu

Penanaman tebu

BUDIDAYA TANAMAN TEBU ( Saccharum officinarum ) I.

SYARAT PERTUMBUHAN

1.1. Iklim

a) Hujan yang merata diperlukan setelah tanaman berumur 8 bulan dan kebutuhan ini berkurang sampai menjelang panen.

b) Tanaman tumbuh baik pada daerah beriklim panas dan lembab. Kelembaban yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini > 70%

c) Suhu udara berkisar antara 28-34 derajat C.

1.2. Media Tanam

a) Tanah yang terbaik adalah tanah subur dan cukup air tetapi tidak tergenang

b) Jika ditanam di tanah sawah dengan irigasi pengairan mudah di atur tetapi jika ditanam di ladang/tanah kering yang tadah hujan penanaman harus dilakukan di musim hujan.

1.3. Ketinggian Tempat Ketinggian tempat yang baik untuk pertumbuhan tebu adalah 5-500 m dpl. II.

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

2.1. Pembibitan Bibit yang akan ditanam berupa (1) bibit pucuk, (2)bibit batang muda, (3) bibit rayungan dan (4) bibit siwilan

a) Bibit pucuk Bibit diambil dari bagian pucuk tebu yang akan digiling berumur 12 bulan. Jumlah mata (bakal tunas baru) yang diambil 2-3 sepanjang 20 cm. Daun kering yang membungkus batang tidak dibuang agar melindungi mata tebu. Biaya bibit lebih murah karena tidak memerlukan pembibitan, bibit mudah diangkut karena tidak mudah rusak, pertumbuhan bibit pucuk tidak memerlukan banyak air. Penggunaan bibit pucuk hanya dapat dilakukan jika kebun telah berporduksi.

b) Bibit batang muda Dikenal pula dengan nama bibit mentah / bibit krecekan. Berasal dari tanaman berumur 5-7 bulan. Seluruh batang tebu dapat diambil dan dijadikan

3 stek. Setiap stek terdiri atas 2-3 mata tunas. Untuk mendapatkan bibit, tanaman dipotong, daun pembungkus batang tidak dibuang.

1 hektar tanaman kebun bibit bagal dapat menghasilkan bibit untuk keperluan 10 hektar.

c) Bibit rayungan (1 atau 2 tunas) Bibit diambil dari tanaman tebu khusus untuk pembibitan berupa stek yang tumbuh tunasnya tetapi akar belum keluar. Bibit ini dibuat dengan cara:

1. Melepas daun-daun agar pertumbuhan mata tunas tidak terhambat

2. Batang tanaman tebu dipangkas 1 bulan sebelum bibit rayungan dipakai.

3. Tanaman tebu dipupuk sebanyak 50 kg/ha Bibit ini memerlukan banyak air dan pertumbuhannya lebih cepat daripada bibit bagal. 1 hektar tanaman kebun bibit rayungan dapat menghasilkan bibit untuk 10 hektar areal tebu.

Kelemahan bibit rayungan adalah tunas sering rusak pada waktu pengangkutan dan tidak dapat disimpan lama seperti halnya bibit bagal. d) Bibit siwilan Bibit ini diambil dari tunas-tunas baru dari tanaman yang pucuknya sudah mati. Perawatan bibit siwilan sama dengan bibit rayungan.

2.2. Pengolahan Media Tanam Terdapat dua jenis cara mempersiapkan lahan perkebunan tebu yaitu cara reynoso dan bajak.

2.2.1. Persiapan Disebut juga dengan cara Cemplongan dan dilakukan di tanah sawah. Pada cara ini tanah tidak seluruhnya diolah, yang digali hanya lubang tanamnya

2.2.2. Pembukaan Lahan

a) Pada lahan sawah dibuat petakan berukuran 1.000 m2. Parit membujur, melintang dibuat dengan lebar 50 cm dan dalam 50 cm. Selanjutnya dibuat parit keliling yang berjarak 1,3 m dari tepi lahan.

b) Lubang tanam dibuat berupa parit dengan kedalaman 35 cm dengan jarak antar lubang tanam (parit) sejauh 1 m. Tanah galian ditumpuk di atas larikan diantara lubang tanam membentuk guludan. Setelah tanam, tanah guludan ini dipindahkan lagi ke tempat semula.

2.3. Teknik Penanaman 2.3.1. Penentuan Pola Tanam Umumnya tebu ditanam pada pola monokultur pada bulan Juni-Agustus (di tanah berpengairan) atau pada akhir musim hujan (di tanah tegalan/sawah tadah hujan). Terdapat dua cara bertanam tebu yaitu dalam aluran dan pada lubang tanam.

Pada cara pertama bibit diletakkan sepanjang aluran, ditutup tanah setebal 2-3 cm dan disiram. Cara ini banyak dilakukan dikebun Reynoso. Cara kedua bibit diletakan melintang sepanjang solokan penanaman dengan jarak 30-40 cm. Pada kedua cara di atas bibit tebu diletakkan dengan cara direbahkan. Bibit yang diperlukan dalam 1 ha adalah 20.000 bibit. 2.3.2. Cara Penanaman Sebelum tanam, tanah disiram agar bibit bisa melekat ke tanah.

a) Bibit stek (potongan tebu) ditanam berimpitan secara memanjang agar jumlah anakan yang dihasilkan banyak. Dibutuhkan 70.000 bibit stek/ha.

b) Untuk bibit bagal/generasi, tanah digaris dengan kedalaman 5-10 cm, bibit dimasukkan ke dalamnya dengan mata menghadap ke samping lalu bibit ditimbun dengan tanah. Untuk bibit rayungan bermata satu, bibit dipendam dan tunasnya dihadapkan ke samping dengan kemiringan 45 derajat, sedangkan untuk rayungan bermata dua bibit dipendam dan tunasnya dihadapkan ke samping dengan kedalaman 1 cm. Satu hari setelah tanam lakukan penyiraman jika tidak turun hujan. Penyiraman ini tidak boleh terlambat tetapi juga tidak boleh terlalu banyak.

3.4. Pemeliharaan Tanaman

2.4.1. Penjarangan dan Penyulaman

a) Sulaman pertama untuk tanaman yang berasal dari bibit rayungan bermata satu dilakukan 5-7 hari setelah tanam. Bibit rayungan sulaman disiapkan di dekat tanaman yang diragukan pertumbuhannya. Setelah itu tanaman disiram. Penyulaman kedua dilakukan 3-4 minggu setelah penyulaman pertama.

b) Sulaman untuk tanaman yang berasal dari bibit rayungan bermata dua dilakukan tiga minggu setelah tanam (tanaman berdaun 3-4 helai). Sulaman diambil dari persediaan bibit dengan cara membongkar tanaman beserta akar dan tanah padat di sekitarnya. Bibit yang mati dicabut, lubang diisi tanah gembur kering yang diambil dari guludan, tanah disirami dan bibit ditanam dan akhirnya ditimbun tanah. Tanah disiram lagi dan dipadatkan.

c) Sulaman untuk tanaman yang berasal dari bibit pucuk. Penyulaman pertama dilakukan pada minggu ke 3. Penyulaman kedua dilakukan bersamaan dengan pemupukan dan penyiraman ke dua yaitu 1,5 bulan setelah tanam.

Kedua penyulaman ini dilakukan dengan cara yang sama dengan point (b) di atas. d) Penyulaman ekstra dilakukan jika perlu beberapa hari sebelum pembumbunan ke 6. Adanya penyulaman ekstra menunjukkan cara penanaman yang kurang baik.

e) Penyulaman bongkaran. Hanya boleh dilakukan jika ada bencana alam atau serangan penyakit yang menyebabkan 50% tanaman mati. Tanaman sehat yang sudah besar dibongkar dengan hati-hati dan dipakai menyulan tanaman mati. Kurangi daun-daun tanaman sulaman agar penguapan tidak terlalu banyak dan beri pupuk 100-200 Kg/ha. 2.4.2. Penyiangan Penyiangan gulma dilakukan bersamaan dengan saat pembubunan tanah dan dilakukan beberapa kali tergantung dari pertumbuhan gulma. Pemberantasan gulma dengan herbisida di kebun dilaksanakan pada bulan Agustus sampai November dengan campuran 2-4 Kg Gesapas 80 dan 3-4 Kg Hedanol power. 2.4.3. Pembubunan Sebelum pembubunan tanah harus disirami sampai jenuh agar struktur tanah tidak rusak.

a) Pembumbunan pertama dilakukan pada waktu umur 3-4 minggu. Tebal bumbunan tidak boleh lebih dari 5-8 cm secara merata. Ruas bibit harus tertimbun tanah agar tidak cepat mengering.

b) Pembumbun ke dua dilakukan pada waktu umur 2 bulan.

c) Pembumbuna ke tiga dilakukan pada waktu umur 3 bulan.

2.4.4. Perempalan Daun-daun kering harus dilepaskan sehingga ruas-ruas tebu bersih dari daun tebu kering dan menghindari kebakaran. Bersamaan dengan pelepasan daun kering, anakan tebu yang tidak tumbuh baik dibuang. Perempalan pertama dilakukan pada saat 4 bulan setelah tanam dan yang kedua ketika tebu berumur 6-7 bulan. 2.4.5. Pemupukan Pemupukan dilakukan dua kali yaitu

(1) saat tanam atau sampai 7 hari setelah tanam dengan dosis 7 gram urea, 8 gram TSP dan 35 gram KCl per tanaman (120 kg urea, 160 kg TSP dan 300 kg KCl/ha).dan (2) pada 30 hari setelah pemupukan ke satu dengan 10 gram urea per tanaman atau 200 kg urea per hektar. Pupuk diletakkan di lubang pupuk (dibuat dengan tugal) sejauh 7-10 cm dari bibit dan ditimbun tanah. Setelah pemupukan semua petak segera disiram supaya pupuk tidak keluar dari daerah perakaran tebu. Pemupukan dan penyiraman harus selesai dalam satu hari. Agar rendeman tebu tinggi, digunakan zat pengatur tumbuh seperti Cytozyme (1 liter/ha) yang diberikan dua kali pada 45 dan 75 hst. 2.4.6. Pengairan dan Penyiraman Pengairan dilakukan dengan berbagai cara:

a) Air dari bendungan dialirkan melalui saluran penanaman. b) Penyiraman lubang tanam ketika tebu masih muda. Waktu tanaman berumur 3 bulan, dilakukan pengairan lagi melalui saluran-saluran kebun.

c) Air siraman diambil dari saluran pengairan dan disiramkan ke tanaman. d) Membendung got-got sehingga air mengalir ke lubang tanam. Pengairan dilakukan pada saat:

a) Waktu tanam

b) Tanaman berada pada fase pertumbuhan vegetatif

c) Pematangan.

2.5. Hama dan Penyakit

2.5.1. Hama a) Penggerek batang bergaris (Proceras cacchariphagus), penggerek batang berkilat (Chilitrae auricilia), penggerek batang abu-abu (Eucosma schismacaena), penggerek batang kuning (Chilotraea infuscatella), penggerek batang jambon (Sesmia inferens)

Gejala: daun yang terbuka mengalami khlorosis pada bagian pangkalnya; pada serangan hebat, bentuk daun berubah, terdapat titik-titik atau garis-garis berwarna merah di pangkal daun; sebagian daun tidak dapat tumbuh lagi; kadang-kadang batang menjadi busuk dan berbau tidak enak.

Pengendalian: dengan suntikan insektisida Furadan 3G (0,5 kg/ha) pada waktu tanaman berumur 3-5 bulan. Suntikan dilakukan jika terdapat 400 tanaman terserang dalam 1 hektar.

b) Tikus Pengendalian: dengan gropyokan secara bersama atau pengemposan belerang pada lubang yang dihuni tikus. 2.5.2. Penyakit a) Pokkahbung Penyebab: Gibbrela moniliformis. Bagian yang diserang adalah daun, pada stadium lanjut dapat menyerang batang. Gejala: terdapat noda merah pada bintik khlorosis di helai daun, lubang-lubang yang tersebar di daun, sehingga daun dapat robek, daun tidak membuka (cacat bentuk), garis-garis merah tua di batang, ruas membengkak. Pengendalian: memakai bibit resisten, insektisida Bulur Bordeaux 1% dan pengembusan tepung kapur tembaga. b) Dongkelan Penyebab: jamur Marasnius sach-hari Bagian yang diserang adalah jaringan tanaman sebelah dalam dan bibit di dederan/persemaian. Gejala: tanaman tua dalam rumpun mati tiba-tiba, daun tua mengering, kemudian daun muda, warna daun menjadi hijau kekuningan dan terdapat lapisan jamur seperti kertas di sekeliling batang. Pengendalian: tanah dijaga agar tetap kering.

c) Noda kuning Penyebab: jamur Cercospora kopkei . Bagian yang diserang daun dan bagian-bagaian dengan kelembaban tinggi. Gejala: noda kuning pucat pada daun muda yang berubah menjadi kuning terang. Timbul noda berwarna merah darah tidak teratur; bagian bawah tertutup lapisan puiih kotor. Helai daun mati berwarna agak kehitaman. Pengendalian: adalah dengan memangkas dan membakar daun yang terserang. Kemudian menyemprot dengan tepung belerang ditambah kalium permanganat.

d) Penyakit nanas Penyebab: adalah jamur Ceratocytis paradoxa. Bagian yang diserang adalah bibit yang telah dipotong. Gejala: warna merah bercampur hitam pada tempat potongan, bau seperti buah nanas. Pengendalian: luka potongan diberi ter atau desinfeksi dengan 0,25% fenylraksa asetat.

e) Noda cincin Bagian yang diserang daun, lebih banyak di daerah lembab daripada daerah kering. Penyebab: jamur Heptosphaeria sacchari, Helmintosporium sachhari, Phyllsticta saghina. Gejala: noda hijau tua di bawah helai daun, bagian tengah noda menjadi coklat; pada serangan lanjut, warna coklat menjadi jernih, daun kering. Pengendalian: mencabut tanaman sakit dan membakarnya.

f) Busuk bibit Bagian yang diserang adalah bibit dengan gejala tanaman kekuningan dan layu. Penyebab: bakteri. Gejala: bibit yang baru ditanam busuk dan buku berwarna abu-abu sampai hitam. Pengendalian: menanam bibit sehat, perbaikan sistim pembuangan air yang baik, serta tanah dijaga tetap kering. g) Blendok Bagian yang diserang adalah daun tanaman muda berumur 1,5-2 bulan pada musim kemarau.

Penyebab: Xanthomonas albilicans. Gejala: terdapat pada khlorosis pada daun; pada serangan hebat seluruh daun bergaris hijau dan putih; titik tumbah dan tunas berwarna merah. Pengendalian: Menanam bibit resisten (2878 POY, 3016 POY), Lakukan desinfeksi para pemotong bibit, merendam bibit dalam air panas 52,5oC dan lonjoran bibit dijemur 1-2 hari. h) Virus mozaik Penyebab: Virus. Pengendalian: menjauhkan tanaman inang, bibit yang sakit dicabut dan dibakar.

2.6. Panen

2.6.1. Ciri dan Umur Panen Umur panen tergantung dari jenis tebu: a) Varitas genjah masak optimal pada < 12 bulan b) Varitas sedang masak optimal pada 12-14 bulan c) Varitas dalam masak optimal pada > 14 bulan. Panen dilakukan pada bulan Agustus pada saat rendeman (persentase gula tebu) maksimal dicapai. 2.6.2. Cara Panen a) Mencangkul tanah di sekitar rumpun tebu sedalam 20 cm. b) Pangkal tebu dipotong dengan arit jika tanaman akan ditumbuhkan kembali. Batang dipotong dengan menyisakan 3 buku dari pangkal batang. c) Mencabut batang tebu sampai ke akarnya jika kebun akan dibongkar.

Potong akar batang dan 3 buku dari permukaan pangkal batang.,

d) Pucuk dibuang.

e) Batang tebu diikat menjadi satu (30-50 batang/ikatan) untuk dibawa ke pabrik untuk segera digiling Panen dilakukan satu kali di akhir musim tanam.

2.6.3. Perkiraan Produksi Hasil Tebu Rakyat Intensifikasi I di tanah sawah adalah 120 ton/ha dengan rendemen gula 10% sedangkan hasil TRI II di tanah sawah adalah 100 ton dengan rendemen 9%. Di tanah tegalan produksi tebu lebih rendah lagi yaitu pada TRI I tegalan adalah 90 ton/ha dan pada TRI II tegalan sebesar 80 tom/ha.

2.7. Pascapanen

2.7.1. Pengumpulan Hasil tanam dari lahan panen dikumpulkan dengan cara diikat untuk dibawa ke pengolahan.

2.7.2. Penyortiran dan Penggolongan Syarat batang tebu siap giling supaya rendeman baik:

a) Tidak mengandung pucuk tebu

b) Bersih dari daduk-daduk (pelepah daun yang mengering)

c) Berumur maksimum 36 jam setelah tebang.

Serai

Cara Penanaman Serai
Hari nie aku nak kongsi ngn semua orang cara penanaman yang yang biasa di praktik kn aku.Orang lain punya cara aku tak taw lh cam ner kn..Aku cuba explore cara yang terbaik untuk dapatkan hasil yang maksimum..Nanti aku post untuk korang k.
1)Membuat lining mengunakan ukuran 2’ X 3’.Jarak ini dapat memaksimumkan hasil tuaian.Anda juga boleh menanam mengikut ukuran 3’ X 4’.

2)Untuk satu ekar tanah anda boleh menanam sebanyak 7216 lubang.2 batang bagi setiap lubang.

3)Kebiasaanya bagi 1KG benih serai mengandungi 22 batang mngikut gred benih tersebut.

4) Oleh itu satu ekar tanah memerlukan 656 KG benih serai.
Pengiraan:
7216 lubang X 2 batang = 14432 batang
14432 batang / (22 batang /kg) = 656 kg

Kantan

PENGENALAN

Kantan (Phaecomeria speciosa) ialah sejenis tanaman yang boleh digolongkan sebagai ulam perasa dan pembuka selera. Tanaman ini dipercayai berasal dari Malaysia dan didapati tumbuh meliar ataupun ditanam di kawasan-kawasan tropika. Tujuan utama dimasukkan bunga kantan ke dalam masakan ialah untuk membangkitkan bau dan rasa masakan tersebut. Biasanya bunga kantan yang belum kembang dicampur ke dalam masakan sama ada secara mentah atau dimasak. Bunga kantan mengandungi sedikit Vitamin A, B, C dan zat-zat galian.

KEADAAN POKOK

Pokok kantan ialah pokok herba jenis tinggi yang boleh tumbuh membiak dan merimbun berkelompok. Tinggi pokok boleh mencapai sederhana 4m atau 5m. Batangnya bulat. Daunnya panjang sederhana besar dan berwarna kehijauan. Terdapat dua jenis sulur yang akan keluar dari rizom atau ubi iaitu sulur yang akan mengeluarkan bunga dan satu lagi akan mengeluarkan daun. Bunga kantan bewarna merah jambu dan mempunyai aroma yang kuat tumbuh pada batang yang berasingan daripada daunnya. Setiap batang hanya sekuntum bunga dikeluarkan.

KHASIAT DAN KEGUNAAN

Boleh dikatakan tiap-tiap bahagian pokok kantan mempunyai khasiat dan kegunaannya. Sebagaimana yang diketahui, bunga kantan ialah satu campuran penting dalam laksana dan nasi ulam. Tanpa bunga kantan, kurang lengkap dan kurang enak rasa laksa serta nasi ulam tersebut. Selain daripada itu, bahagian-bahagian yang mempunyai kegunaan dan khasiat ialah:-

Batang:

Boleh digunakan untuk mengubati penyakit bengkak.

Buah:

Boleh digunakan untuk mengubati kurang selera makan.

Ubi:

Boleh dicampurkan dalam makanan.

KEPERLUAN TANAMAN

Pokok kantan memerlukan tanah yang lembab dan subur iaitu yang mengandungi banyak humas. Ia hidup subur di kawasan-kawasan teduh. Oleh itu ia memerlukan sedikit lindungan, biasanya daripada pokok-pokok yang berhampiran. Di negara kita pokok-pokok kantan banyak terdapat di tepi-tepi sungai.

PENANAMAN

Pokok kantan boleh boleh ditanam dengan menggunakan rizom (ubi) atau biji benih. Jarak yang sesuai antara satu pokok dengan pokok yang lain ialah 1 meter hingga 2 meter.

MEMUNGUT HASIL

Hanya setahun atau lebih selepas ditanam, pokok kantan mula berbunga dan berbuah. Selalunya bunga-bunga kantan yang belum kembang dipungut dengan memotong di bahagian pangkal batang.

Jumaat, 17 Disember 2010

RIJAL GHOIB

ARAH RIJALUL GHOIB
Posted by Harfa el-Hasaniy September- 30- undefined 0 komentar
Di Dalam Kitab JAWAHIRUL LAMA'AH diterangkan "Telah berkata As-Syeikh Al-'Aerif billah Qutbul Wujud Ibnu 'Arobi Al-Hatimi At-Tousi Al-Andalusy R.A " Sesungguhnya Qutub ( Salah satu Maqom/pangkat Waliyulloh ) yang dinamakan Ghauts tinggal dan menetap Di Mekkah Al-Mukarromah, Wali Abdal dan Rijalul Ghoib tersebar di seluruh jihat ( Arah Mata Angin untuk ke baikan alam , Dan Wali Abdal adalah 7 lelaki yang nasabnya sampai pada Rosululloh S.A.W ( Alloh S.W.T menurunkan Wali Abdal dalam 1 Abad, 7 orang yg apabila meninggal digantikan dengan Wali Abdal Lainnya ). Maka seharusnyalah seseorang yang di timpa oleh suatu perkara yg sukar agar supaya menghadap ke Arah mereka (Rijalul Ghoib) sambil membaca Istighosah Rizalul Ghoib berikut di bawah ini, 8 arah rizalul Ghoib dengan tanggalnya ( Hijriyyah ) beserta Istighosahnya :

1. Timur tgl 7, 14, 22, 29


2. Barat Tgl 4, 12, 19, 283. Utara Tgl 2, 15, 23, 304. Selatan Tgl 8, 11, 18, 265. Barat Daya 3, 10, 17, 256. Barat Laut Tgl 5, 13, 207. Timur Laut Tgl 28, 21,68. Tenggara 1, 9, 16, 24
Contoh tgl 1 muharram rijalul Ghoib berkumpul di tenggara, maka apabila kita ingin mengamalkan sesuatu amalan atau pekerjaan apa saja yang baik mintalah bantuan pada rijalul ghoib dengan menghadap Arahnya ( Tenggara kalau tgl 1 ) sambil membaca Istighosah Rizalul Ghoib, Insya Alloh Para Wali Qutub, Rizalul Ghoib, Abdal ,Autad Nuqoba', Nujaba', Ghauts, akan membantu kita dalam hajat/perkara2 yang sukar inilah yang di maksud Istighosah Rijalul Ghoib :

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ يَارِجَالَ اْلغَائِبِ، يَاأَيُّهَا الأَرْوَاحَ اْلمُقَدَّسَةِ، أَغِيْثُنِيْ بِغَوْثَةٍ، وَانْظُرُونِيْ بِنَظْرَةٍ، يَارُقَبَآءُ، يَانُقَبَآءُ، يَانُجَبَآءُ، يَاأَبْدَالُ، يَاأَوْتَادُ، يَاغَوْثُ، يَاقُطْبُ، أَغِيْثُنِيْ بِحَقِّ سَيِّدِنَا مُحِمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
ASSALAMU ALAIKUM YA RIJALAL GHOIBI YA AYYUHAL ARWAHUL MUQODDASTI AGITSUUNI BI GHOUTSATIN WAN DZURUUNI BINADZROTIN YA RUQOBA' YA NUQOBA' YA NUJABA' YA ABDAL YA AUTAD YA GOUTS YA QUTB AGITSUUNI BIHAQQI SAYYIDINA MUHAMMADIN SOLLALLOHU ALIHI WA SALLAM.
Istighosah diatas di baca sambil menghadap arahnya sesuai tanggal, Sesudah itu kembali lagi menghadap Qiblat kalau sedang membaca suatu amalan.

AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH

AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH

-ini adalah salinan dari(http://harfa99.blogspot.com/) kajian pemikiran yang sepadan dengan pemilik blog Ana Rijal 173-

KAJIAN AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH YANG SEBENARNYA

Kalau kita mau merenungkan makna-makna dalam kalimat as sunnah dan makna-makna dalam kalimat al jama’ah, seperti yang disinggung dalam beberapa nash syari’at, dan seperti yang diungkapkan serta dipahami oleh para salafus saleh, kita akan tahu dengan jelas bahwa hal itu hanya cocok dan sesuai dengan golongan ahli sunnah wal jama’ah.

Siapa sebenarnya mereka? Apa sifat-sifat mereka? Dan apa manhaj mereka? Berdasarkan hal itu kita bisa mengidentifikasi siapa sejatinya ahli sunnah wal jama’ah dari beberapa segi sekitar yang menyangkut sifat-sifat mereka, ciri-ciri mereka, manhaj mereka, dan definisi mereka menurut kaca mata orang-orang salafus saleh bahwa yang dimaksud ialah mereka. Sebab, pemilik rumah itu jelas yang paling tahu isi rumahnya, dan walikota itu yang paling tahu rakyatnya.

Di antara segi tinjauan yang memungkinkan kita bisa mengetahui siapa ahlu sunnah wal jama’ah itu ialah:

Pertama, sesungguhnya mereka adalah para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Merekalah ahli sunnah, yakni orang-orang yang mengajarkannya, menjaganya, mengamalkannya, mengutipnya, dan membawanya baik dalam bentuk riwayat atau dirayat atau manhaj. Jadi merekalah yang paling dahulu mengenal sekaligus mengamalkan as sunnah.

Kedua, selanjutnya ialah para pengikut sahabat Rasaulullah shallallahu alaihi wa sallam. Merekalah yang menerima tongkat estafet agama dari para sahabat, yang mengutip, yang mengetahui, dan yang mengamalkannya. Mereka adalah para tabi’in dan generasi yang hidup sesudah mereka, kemudian orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kiamat kelak. Mereka itulah sejatinya ahli sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Mereka berpegang teguh padanya, tidak membikin bid’ah macam-macam, dan tidak mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang yang beriman.

Ketiga, ahli sunnah wal jama’ah, mereka adalah para salafus saleh, yakni orang-orang yang setia pada Al Qur’an dan as sunnah, yang konsisten mengamalkan petunjuk Allah dan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, yang mengikuti jejak langkah peninggalan para sahabat, para tabi’in, dan pemimpin-pemimpin pembawa petunjuk umat, yang jadi tokoh panutan dalam urusan agama, yang tidak membikin bid’ah macam-macam, yang tidak menggantinya, dan yang tidak mengada-adakan sesuatu yang tidak ada dalam agama Allah.

Keempat, ahli sunnah wal jama’ah ialah satu-satunya golongan yang berjaya dan mendapat pertolongan Allah sampai hari kiamat nanti, karena merekalah yang memang cocok dengan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam:

“Ada segolongan dari umatku yang selalu membela kebenaran. Mereka tidak merasa terkena mudharat orang-orang yang tidak mendukung mereka sampai datang urusan Allah dan mereka tetap dalam keadaan seperti itu..”

Dalam satu lafazh disebutkan:

“Ada segolongan umatku yang senantiasa menegakkan perintah Allah….”

Kelima, mereka adalah orang-orang yang menjadi asing atau aneh ketika dimana-mana banyak orang yang suka mengumbar hawa nafsu, berbagai kesesatan merajalela, bermacam-macam perbuatan bid’ah sangat marak, dan zaman sudah rusak. Hal itu berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

“Semula Islam itu asing dan akan kembali asing. Sungguh beruntung orang-orang yang asing.”

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam juga bersabda,

“Sungguh beruntung orang-orang yang asing, yakni beberapa orang saleh yang hidup di tengah-tengah banyak manusia yang jahat. Lebih banyak orang yang memusuhi mereka daripada yang taat kepada mereka.”

Sifat tersebut cocok dengan ahli sunnah wal jama’ah.

Keenam, mereka adalah para ahli hadist, baik riwayat maupun dirayat. Karena itulah kita melihat para tokoh kaum salaf menafsiri al tha’ifat al manshurat dan al firqat al najiyat, yakni orang-orang ahli sunnah wal jama’ah, bahwa mereka adalah para ahli hadist. Hal itu berdasarkan riwayat dari Ibnu Al Mubarak, Ahmad bin Hambal, Al Bukhari, Ibnu Al Madini, dan Ahmad bin Sinan. Ini benar, karena para ahli hadist lah yang layak menyandang sifat tersebut, mereka adalah para pemimpin ahli sunnah.

Mengomentari kalimat al tha’ifat al manshurat Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan: “Kalau yang dimaksud dengan mereka bukan ahli hadist, saya tidak tahu lalu siapa lagi?!”

Al Qadhi Iyadh mengatakan: “Sesungguhnya yang dimaksud dengan mereka oleh Imam Ahmad ialah ahli sunnah wal jama’ah, dan orang yang percaya pada madzhab ahli hadist.”

Menurut saya, seluruh kaum muslimin yang tetap berpegang pada fitrah aslinya dan tidak suka menuruti keinginan-keinginan nafsu serta tidak suka membikin berbagai macam bid’ah, mereka adalah ahli sunnah. Mereka mengikuti jejak langkah ulama-ulama mereka berdasarkan petunjuk yang benar.



Kenapa Dinamakan Ahli Sunnah Wal Jama’ah?

Dinamakan ahli sunnah, karena mereka adalah orang-orang yang berpegang pada sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, “Kalian harus berpegang teguh pada sunnahku.”

Adapun as sunnah ialah, syara’ atau agama, dan petunjuk lahir batin yang diterima oleh sahabat dari Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, lalu diterima oleh para tabi’in dari mereka, kemudian diikuti oleh para pemimpin umat dan ulama-ulama yang adil yang menjadi tokoh panutan, dan oleh orang-orang yang menempuh jalan mereka sampai hari kiamat nanti.

Berdasarkan hal inilah maka orang yang benar-benar mengikuti as sunnah disebut sebagai ahli sunnah. Merekalah yang sosok dengan kenyataan tersebut.

Sementara nama al jama’ah, karena mereka berpegang pada pesan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam untuk setia pada jama’ah atau kebersamaan. Mereka bersama-sama sepakat atas kebenaran, dan berpegang teguh padanya. Mereka mengikuti jejak langkah jama’ah kaum muslimin yang berpegang teguh pada as sunnah dari generasi sahabat, tabi’in, dan para pengikut mereka. Mengingat mereka bersama-sama bersatu dalam kebenaran, bersama-sama bersatu ikut pada jama’ah, bersama-sama bersatu taat pada pemimpin mereka, bersama-sama bersatu melakukan jihad, bersama-sama bersatu tunduk kepada para penguasa kaum muslimin, bersama-sama bersatu mengerjakan yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, bersama-sama bersatu mengikuti as sunnah, dan bersama-sama bersatu meninggalkan berbagai perbuatan bid’ah, perbuatan yang terdorong oleh keinginan-keinginan nafsu, serta perbuatan yang mengundang perpecahan, maka merekalah jama’ah sejati yang mendapat perhatian Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam.

Terakhir kita sampai pada sebuah kesimpulan yang konkrit bahwa nama dan sifat ahli sunnah wal jama’ah adalah istilah yang bersumber:

Pertama, dari sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam ketika beliau menyuruh dan berpesan kepada kaum muslimin untuk berpegang teguh padanya, sebagaiman sabda beliau, “Berpegang teguhlah kalian pada sunnahku”, ketika beliau menyuruh dan berpesan kepada mereka untuk setia pada jama’ah, dan melarang menentang serta memisahkan diri darinya. Jadi nama ahli sunnah wal jama’ah adalah nama pemberian Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam. Beliaulah yang menyebut mereka seperti itu.

Kedua, dari peninggalan sahabat dan para salafus saleh yang hidup pada kurun berikutnya. Peninggalan tersebut menyangkut ucapan, sifat, dan tingkah laku mereka. Nama itu sudah mereka sepakati bersama dan menjadi sifat para pengikutnya. Peninggalan-peninggalan mereka itu ada pada karya-karya mereka yang tertulis dalam kitab-kitab hadist dan atsar.

Ketiga, istilah ahli sunnah wal jama’ah adalah keterangan syari’at yang didukung dengan kenyataan yang benar-benar ada. Istilah itu membedakan antara orang-orang yang setia pada kebenaran dari orang-orang yang suka membikin bid’ah dan menuruti keinginan-keinginan hawa nafsu. Ini berbeda dengan anggapan sementara orang yang mengatakan, bahwa ahli sunnah wal jama’ah adalah sebuah nama yang muncul di tengah perjalanan zaman. Nama ini baru ada di trngah-tengah perpecahan kaum muslimin. Padahal sebenarnya tidak begitu. Itu anggapan yang keliru. Ahli sunnah wal jama’ah adalah istilah atau nama ala syari’at yang berasal dari kaum salaf umat Islam. Artinya, ia sudah ada semenjak zaman sahabat dan para tabi’in yang hidup pada periode-periode awal Islam.

Mengenai anggapan sementara orang yang sudah menjadi budak nafsu bahwa ahli sunnah itu hanya terbatas pada orang-orang salaf mereka saja, dan bahwa yang dimaksud dengan salafus saleh adalah orang-orang yang mengikuti madzhab mereka, itu memang benar. Anggapan tersebut tidak keliru, karena salafus saleh memang ahli sunnah. Begitu pula sebaliknya, baik ditinjau dari pengertian syari’at maupun kenyataannya, sebagaimana yang sudah saya kemukakan di atas. Jadi siapa yang tidak mengikuti madzhab salaf dan tidak menempuh manhaj serta jalan mereka, berarti ia telah memisahkan dari as sunnah dan jama’ah.

Perlu kita katakan kepada orang-orang sesat yang meng-ingkari as sunnah dan para pengikutnya, bahwa itulah yang dimaksud as sunnah, dan mereka itulah para pengikutnya yang bernama ahli sunnah wal jama’ah. Jika kita berpaling dan menolak ucapan yang benar ini, maka kita hanya bisa mengingatkan mereka apa yang pernah dikatakan oleh Nabi Nuh alaihi salam kepada orang-orang yang berpaling dari seruan dakwahnya, seperti yang tertuang dalam firman Allah Ta’ala ini:

“Berkata Nuh, ‘Hai kaumku, bagaiman pikiranmu, jika aku ada mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan diberi-Nya aku rahmat dari sisi-Nya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apakah akan kamu paksakan kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya?”



Apakah Mereka Dibatasi Oleh Ruang dan Waktu?

Ahli sunnah wal jama’ah itu tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Mereka banyak terdapat di sebuah negara, namun sedikit di negara lainnya. Mereka terdapat banyak pada suatu kurun zaman, tetapi hanya sedikit pada kurun zaman yang lain. Tetapi yang jelas mereka selalu ada di mana dan kapan saja.

Di tengah-tengah mereka terdapat tokoh-tokoh terkemuka yang menjadi pelita kegelapan dan hujjah Allah terhadap makhluk-Nya hingga hari kiamat nanti. Dan karena jasa merekalah terwujud janji Allah yang akan menjaga agama ini.

Dengan demikian jelaslah siapa sebenarnya ahli sunnah wal jama’ah? Siapa itu salafus saleh? Pernyataan golongan-golongan tertentu yang mengaku sebagai ahli sunnah wal jama’ah tetapi nyatanya mereka justru memisahkan diri dari as sunnah dan jama’ah, serta menyerang para salafus saleh atau sebagian dari mereka, adalah pernyataan yang ditolak berdasarkan ketentuan-ketentuan syari’at, dasar-dasar ilmiah, dan fakta-fakta sejarah.

Demikian pula harus ditolak pengakuan-pengakuan bahwa seluruh kaum muslimin itu setia pada sunnah. Pengakuan seperti itu selain mendustakan berita dari Allah dan Rasul utusan-Nya shalallahu alaihi wa sallam yang menyatakan bahwa ada perpecahan, juga berlawanan dengan kenyataan yang ada.

Demikian pula dengan pernyataan dan pengakuan-pengakuan lainnya.

Berdasarkan hal itu, maka sesungguhnya as sunnah bukanlah partai atau semboyan atau aliran yang dianut secara fanatik. Tetapi ia merupakan warisan peninggalan Nabi, mtode yang benar, jalan yang lurus tali yang kuat, dan jalan orang-orang beriman yang terang seterang siang. Siapa yang berpaling darinya pasti ia akan celaka.

Berbagai kesalahan, kekeliruan, dan bid’ah yang dilakukan oleh orang-orang ahli bid’ah atau oleh orang-orang yang mengaku sebagai ahli sunnah, itu sama sekali bukan dari ajaran as sunnah dan bukan mengikuti manhaj yang benar.

Sabtu, 11 Disember 2010

Kitar Semula

KITAR SEMULA


APA ITU KITAR SEMULA?
Proses mengitar semula melibatkan usaha mengumpul, memproses dan mengguna semula bahan-bahan yang pernah dianggap sebagai sampah.

BAGAIMANA UNTUK MELAKSANAKAN KITAR SEMULA?

Pemungutan Sampah
Apa yang perlu anda lakukan hanyalah mengasingkan sampah-sampah yang boleh dikitar semula dan yang tidak boleh dikitar semula. Pemungut sampah akan tahu apa yang akan dilakukan seterusnya.

Pusat Pengumpulan / Pusat kitar semula
Cara paling mudah untuk melaksanakan kitar semula ini adalah dengan hanya menghantar barangan yang dikumpulkan untuk kitar semula ke pusat kitar semula yang terdapat di seluruh negara. Proses yang lain akan dijalankan oleh pihak-pihak tertentu.


KENAPA KITAR SEMULA?

SETIAP HARI KITA MENGHASILKAN 15,000 TAN SAMPAH, TETAPI KITA SEMAKIN KESEMPITAN RUANG UNTUK MENAMPUNGNYA.

Kita biasanya tidak memikirkan di manakah sampah sarap kita dibuang atau apakah yang terjadi kepadanya sebaik sahaja ia dipungut. Hakikatnya lori sampah tidak dapat menghapuskannya begitu sahaja. Ia biasanya akan diangkut ke tapak pelupusan sampah. Kapasiti tapak pelupusan sampah kita semakin terhad. Di masa yang sama kita terpaksa menghabiskan jutaan ringgit untuk mengangkut dan melupuskan sampah. Lebih membimbangkan lagi, kini timbul rungutan tentang pencemaran, resapan bahan kimia ke dalam sumber air bawah tanah dan isu isu keselamatan yang berkaitan. Sudah tiba masanya kita menangani masalah ini sebelum terlewat. Fikir dulu sebelum buang. Jadikan amalan mengitar semula sebagai sebahagian hidup kita.

Kitar semula untuk memelihara ruang hidup kita. Pada masa ini terdapat kira-kira 230 tapak pelupusan sampah di Malaysia. Setiap satunya berkeluasan antara 20 hingga 150 ekar, bergantung pada lokasi dan jumlah sampah ynag dibuang. Sebaik sahaja sebuah tapak pelupusan sampah dipenuhi sampah, tapak baru akan dibuka. Lambat laun, tapak-tapak ini akan berkembang dan menular mencerobohi ruang hidup kita.


Kitar semula untuk persekitaran yang lebih sihat dan lebih bersih
Sampah boleh menjejaskan kesihatan dan keselamatan. Jika dibiarkan bersepah, ia akan menjadi tumpuan haiwan pembawa penyakit seperti tikus dan gagak. Melalui kitar semula, kita dapat mengurangkan sampah yang dibuang dan seterusnya mengawal penyakit daripada merebak.

Kitar semula untuk mengurangkan pencemaran
Longgokan bahan buangan di dalam tong sampah, lori atau tapak pelupusan sampah merupakan salah satu punca pencemaran dalam iklim tropika. Amalan mengitar semula dapat mengurangkan ancaman alam sekitar seperti pencemaran air bawah tanah dan udara.

Kitar semula untuk menjimatkan kos
Dalam jangka panjang, mengitar semula adalah lebih menjimatkan berbanding dengan usaha menyelenggara tapak pelupusan sampah atau sistem yang lain. Apabila program kitar semula bertambah cekap, sampah yang perlu dilupus akan semakin berkurangan. Ini seterusnya akan memanfaatkan anda kerana caj untuk pelupusan sampah akan dikurangkan.

Kitar semula untuk menjimatkan sumber kita
Ramai yang tidak sedar bahawa kita sebenarnya membuang sumber yang amat bernilai. Tahukah anda Malaysia mengimport lebih daripada 25,000 tan kertas buangan setiap bulan untuk menghasilkan produk kertas bagi menampung permintaan tempatan? Kita juga mengimport bahan baungan lain untuk industri pengeluaran yang lain.

Kitar semula untuk menjimatkan tenaga
Tenaga yang dapat dijimatkan untuk mengitar semula satu tin aluminium adalah bersamaan dengan tenaga yang digunakan untuk memasang TV selama 3 jam. Mengitar semula kaca menurunkan suhu lebur untuk kaca baru sambil menjimatkan sehingga 32% tenaga yang diperlukan untuk pengeluaran kaca.

Kitar semula untuk menyelamatkan hutan
Untuk menghasilkan satu tan kertas, sebanyak 17 pohon pokok terpaksa ditebang. Mengitar semula kertas akan mengurangkan bilangan pokok yang perlu ditebang. Kita perlu memelihara hutan kerana ia merupakan paru-paru yang memberi kita oksigen dan udara bersih.


APA YANG BOLEH DI KITAR SEMULA
Terdapat 4 jenis item yang disarankan kepada orang ramai untuk dikitar semula. Item-item tersebut adalah plastik, kertas, aluminium dan kaca.


KACA
Semua jenis kaca termasuklah botol minuman, bekas makanan, botol vitamin dan bekas kosmetik.

Bagaimana kaca di kitar semula?
• Kaca akan diasingkan mengikut warna. Apabila kaca dicairkan, warna asalnya masih kekal bermakna kaca hijau akan kekal menjadi kaca hijau, kaca coklat akan kekal dengan kaca coklat, dan kaca yang jernih akan kekal menjadi kaca jernih

• Setelah kaca-kaca diasingkan mengikut warna dan dibersihkan, ia akan dihancurkan dan ditambah dengan sedikit bahan mentah yang lain untuk dijadikan kaca yang baru. Campuran tersebut akan dipanaskan sehingga cair dan akan membentuk sejenis cecair. Kaca yang masih panas akan dibentuk untuk dijadikan botol.

• Hasil yang terbentuk akan disejukkan dan diperiksa dari sebarang keretakan/kecacatan. Proses terakhir ialah kaca-kaca yang sudah siap akan dihantar ke syarikat-syarikat atau kilang-kilang di mana kaca ini akan diisi dengan makanan dan minuman.

Kelebihan gelas
Boleh dikitar semula 100% - boleh dikitar semula misalnya. Botol jem boleh dikitar semula hari ini menjadi botol jus pada bulan hadapan, kemudian menjadi botol susu hingga seterusnya.


ALUMINIUM
Semua jenis barang yang diperbuat daripada aluminium seperti tin-tin minuman boleh dikitar semula.

• Aluminium terpakai yang telah dikumpul, diasingkan lalu direnyukkan untuk diangkut ke pusat kitar semula.

• Aluminium terpakai kemudian dilebur untuk menyingkirkan bendasing.

• Tin-tin aluminium terpakai kemudiannya digunakan untuk menghasilkan tin-tin yang baru. Kitaran semula aluminium menjimatkan banyak tenaga berbanding memproses kitar semula barangan lain seperti kertas.



KERTAS
Semua jenis kertas sama ada yang berwarna ataupun yang tidak berwarna, seperti suratkhabar lama, majalah lama, buku, katalog, risalah, kalendar, kad, sampul surat dan kotak boleh dikitar semula.

• Surat khabar lama dan majalah-majalah usang yang telah dikumpul dari seluruh negara akan dibawa ke kilang memproses kertas terpakai.

• Kertas-kertas yang dikumpulkan tadi dihantar ke tempat pemprosesan di mana pada mulanya proses mencampurkan air dengan bahan kimia akan dilaksanakan untuk membantu dalam proses penghancuran sebelum dibersihkan daripada kotoran yang nyata. Kertas yang dihancurkan tadi dinyahkan dakwat yang terkandung di dalamnya, sebelum menjalani proses pembersihan selanjutnya, proses penapisan dan pencerahan.

• Kemudian, hasil yang diperolehi daripada proses di atas dicampurkan dengan air lalu dipamkan ke bahagian hujung basah mesin membuat kertas. Kertas kemudiannya diratakan oleh mesin pelembut kertas sebelum digulung menjadi satu gulungan kertas yang besar.

• Gulungan kertas tadi kemudiannya dipotong mengikut pelbagai saiz, bergantung kepada kehendak pelanggan



PLASTIK
Beg-beg membeli belah plastik, beg plastik dari supermarkat, botol minuman plastik, botol air mineral dan bekas makanan yang diperbuat daripada plastik boleh diproses untuk dikitar semula.

Bagaimana plastik di kitar semula?
• Plastik-plastik yang boleh dikitarsemula, ini seterusnya diasingkan mengikut kategori.

• Kitar semula plastik ini adalah satu perkara yang paling mudah dan ringkas. Plastik akan dipisah-pisahkan sehingga menjadi serpihan halus yang bersaiz lebih kurang 1 sentimeter. Kemudian ia dicuci untuk membuang segala kotoran. Serpihan yang telah dibersihan itu tadi akan dikeringkan melalui saluran udara panas.

• Serpihan-serpihan plastik kemudiannya dibungkus untuk dijual (dalam bentuk serpihan) ataupun akan dijadikan bahan-bahan baru.

Pelbagai bentuk Plastik
Terdapat berbagai jenis plastik boleh didapati. Ia mesti diasingkan sebelum dikitar semula kerana setiap plastik cair pada suhu yang berbeza. Industri plastik sendiri telah mewujudkan kod identifikasi bagi melabel pelbagai jenis plastik yang berbeza. Antara jenis-jenis plastik ialah

• Type 1 - Polyethylene Terephthalate (PET)
Kegunaan : Botol minuman ringan dan mineral. Jenis yang paling banyak dkitar semula. Kebanyakan pusat kitar semula memerlukan anda mengasingkan penutupnya dan meleperkan botol tersebut.

• Type 2 - High Density Polyethylene (HDPE)
Kegunaan : Botol detergen dan minyak masak, beg runcit serta mainan plastik

• Type 3 - Vinyl/Polyvinyl Chloride
Kegunaan : Paip plastik, perabut luaran. Pusat kitar semula jarang mengambil bahan ini untuk dikitar semula

• Type 4 - Low Density Polyethylene (LDPE)
Kegunaan : Beg plastik, pelapik tin, bekas pengisi makanan. Jarang di gunakan

• Type 5 - Polypropylene (PP)
Kegunaan : Penutup plastik, penyedut air minuman, pembalut makanan, permaidani. Jarang dikitar semula. Biasa nya di tanam di tapak pelupusan.

• Type 6 - Polystyrene (PS)
Kegunaan : Palet pembungkus, cawan polystyrene. Kebanyakan stor perkapalan/pembungkusan akan menerima bahan ini untuk digunakan semula.

• Type 7 - Lain-lain
Kegunaan : Sesetengah jenis pengisi makanan dan tupperware.


Terdapat berbagai cara untuk kita mengurangkan kadar pengeluaran bahan-bahan plastik yang tidak diperlukan. Di sini disertakan beberapa contoh:

• Elak/Kurangkan
Apabila anda membeli barang keperluan, bawalah beg anda sendiri. Jika perlu, pilihlah beg kertas bagi menggantikan beg plastik.

• Guna Semula
Jangan buang beg plastik yang terdapat di rumah anda. Simpan beg ini kerana ia boleh di guna semula.

• Kitar Semula
Jangan buang bahan-bahan plastik kerana ada sesetengah bahan plastik yang boleh dikitar semula. Bahan-bahan permainan daripada plastik yang tidajk boleh digunakan lagi boleh didermakan kepada rumah-rumah kebajikan. Ini adalah sebahagian dari cetusan idea bagaimana kita boleh menguruskan bahan-bahan plastik. Jika anda mempunyai cadangan/idea berkaitan isu ini, kami mengalukan-alukannya dari anda.


APA YANG TIDAK BOLEH DIKITAR SEMULA

Kertas
• Kotak pizza atau apa-apa yang disaluti dengan minyak/bekas makanan

• Pinggan kertas

• Tisu muka

• Kertas carbon

• Lampin

• Buku berkulit tebal

• Kotak susu

• Kertas disaluti lilin/plastik

• Bekas makanan beku

• Tuala kertas


Aluminium
• Tin aerosol

• Tin cat

• Penggantung baju

• Bahan perubatan

• Penapis minyak


Kaca
• Gelas minum

• Kaca tingkap

• Cermin Mentol

• Kaca tingkap yang pecah dan cermin kereta.

• Kaca tahan suhu tinggi - Pyrex, Corning Ware, Vision Ware

• Botol legap putih

• Kaca yang digunakan di makmal atau hospital untuk kajian dan perubatan.

• Cermin tingkap, Mentol, Cermin muka, pinggan mangkuk yang pecah, kaca untuk ketuhar, gelas minuman, kaca kristal, seramik dan tiub lampu berwarna.


Plastik
• Bahan plastik yang bukannya botol seperti bekas yogurt dan bekas marjarin

• Bekas makanan yang dibuat dari plastik

• Botol plastik yang ada sisa minyak, racun serangga atau bahan-bahan beracun


Styrofoam


Lain-lain
• Bahan letupan

• Asbestos

• Lampu kalimantang

• Bateri

• Bahan perubatan

• Bahan-bahan radioaktif

Machinery

http://anekamesin.com/wp-content/uploads/2010/06/conveyor.jpgSpesifikasi :
Dimensi : 400 x 80 x 100 cm
Support : sliding bed
Frame : Unp 200
Rangka : Unp 80, besi kotak 4 x 6 cm
Roller : gravity d 60 x 800 mm, shaft D 12 mm
Pulleys : drive 6″ x 800 mm, C/w rubber lagging, tail D 5″ x 800 mm, C/W take up bearing
Belting : rubber belt NN -100 x 2 ply x (w) 600 mm
Panjang : 4 mtr
Drive : diesel rrc 7 hp